PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NEGARA
Moh.Wafiudin1), Safari Hasan, S. IP, MMRS2)
1)Ilmu Kesehatan Masyarakat, Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri
2)Staff Pengajar Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri
JL. K.H. Wachid Hasyim no. 65, Kediri, Jawa Timur, Indonesia
Email : muhamad.wafi12350@gmail.com1) , Safarihasan81@gmail.com2)
ABSTRAK
Pancasila sebagai ideologi negara merupakan Pancasila menjadi bagian terpenting dalam kehidupan sehari hari maupun berkehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila menjadi pacuan atau pedoman bagi masyarakat untuk melakukan kegiatan mereka dalam kehidupan setiap harinya. Pancasila merupakan alat yang digunakan untuk hukum yang berlaku dalam Indonesia. Dan untuk itu, kita sebagai bangsa Indonesia haruslah ikut mengamalkan nilai nlai yang terkandung dalam sila Pancasila yang menjadi ideologi bangsa kita, bukan hanya mengetahui dan menghafal sila silanya saja. Dalam proses pembentuknnya, Pancasila sudah beberapakali mengalami perubahan, dimulai dari kosep yang dikemukakan oleh Mr. Moh. Yamin, kemudian konsep dari Prof. Dr. Soeopmo dan yang terakhir konsep dari Ir. Soekarno. Kemudian terbentuklah Piagam Jakarta yang dimana mengalami penolakan pada sila pertamanya dan kemudian diubah sila pertamanya serta nama Piagam Jakrta diubah menjadi Pancasila. Sejak pembentukannya hinga masa kini Pancasila sudah beberapa kali diuji, mulai dari peristiwa G30S/PKI kemudian berlanjut ke masa kini seperti adanya terorisme seperti ISIS.
Kata Kunci : Pancasila sebagai ideologi negara dan pancasila pada masa kini
ABSTRAC
Pancasila as a state ideology is Pancasila being the most important part of daily life and nation and state life. Pancasila becomes a race or guideline for people to carry out their activities in life every day. Pancasila is a tool used for applicable law in Indonesia. And for that, we as Indonesians must participate in implementing the values contained in the principles of Pancasila which become the ideology of our nation, not just knowing and memorizing the sila. In its formation process, Pancasila has undergone several changes, starting from the concept put forward by Mr. Moh. Yamin, then the concept from Prof. Dr. Soeopmo and the last concept from Ir. Soekarno. Then the Jakarta Charter was formed which experienced rejection of its first precepts and then changed its first precepts and the name of the Jakrta Charter was changed to Pancasila. Since its establishment up to the present time Pancasila has been tested several times, starting from the G30S / PKI incident and then continuing to the present time as there is terrorism like ISIS.
Keywords
Pancasila as the ideology of the state and Pancasila in the present
PENDAHULUAN
Latar belakang
Masyarakat Indonesia saat ini, hanyalah mengetahui dan menghafal sila sila Pancasila tanpa mengamalkan dalam kehidupan sehari hari yang mereka jalani. Padahal Pancasila merupkan ideologi atau acuan untuk setiap kegiatan dalam kehidupan mereka,baik berbangsa ataupun bernegara.
Banyak orang orang yang tidak mengetahui makna sila sila Pancasila apa lagi terjadi pada generasi muda. Padahal generasi muda merupakan generasi penerus bangsa. Banyangkan saja apabila bangsa ini kehilangan penerusnya, mau jadi apa mau di kemanakan bangsa ini ?
Oleh sebab itu, kita harus mengamalkan sila sila Pancasila, bukan hanya mengetahui dan mengfal saja.
Rumusan Masalah
Arti dari Pancasila ?
Jelaskan proses terbentuknya Pancasila ?
Apa yang dimaksud dengan Ideologi ?
Apa maksud dari Pancasila Sebagai Ideologi Negara ?
Apa akibatnya apabila Pancasila tidak diamalkan ?
Apa saja sikap positif yang seharusnya bisa ditampilkan oleh remaja untuk menjadikan pancasila sebagai ideologi indonesia
Bagaimanakah pancasila sebagai ideologi terbuka dan tertutup ?
Hakikat pancasila sebagai dasar negara ?
Perbedaan dan perbandingan ideologi pancasila dan ideologi liberal?
Perbandingan ideologi pancasila dan ideologi sosialis
Tujuan Penulisan
Supaya mengetahui arti pancasila sebenarnya
Ingin mengetahui proses terbentunya Pancasila.
Untuk mengetahui fungsi dari ideologi.
Mengetahui cara mengamalkan Pancasila dalam kehidupan .
Untuk mengetahui ancaman apa saja yang dapat membahayakan posisi Pancasila sebagai Ideologi Negara.
Untuk mengetahui upaya upaya yang dibutuhkan untuk mempertahankan nilai yang ada pada pancasila dan mempertahankan posisinya sebagai ideologi negara.
Bertujuan agar para pembaca bisa mengetahui tentang pancasila sebagai ideologi bangsa indonesia yang sesunggunya, dan dengan adanya makalah ini juga di harapkan dapat menjadi pengetahuan bagi kita semua.
Mengetaahui perbandingan antara ideologi pancasila dan ideologi liberal.
Agar mengatahui perbandingan antara ideologi pancasila dan ideologi sosialis.
PEMBAHASAN
Pancasila
Definisi
Istilah “Pancasila “ yang sekarang menjadi nama resmi dasar filsafat negara, dahulunya mempunyai banyak proses perkembangan , baik ditinjau dari segi bahasa maupun sejarahnya dari segi penulisan maupun penggunaannya, oleh karena itu pancasila ini akan dibicarakan secara etimologis, historis, dan secara termilologis.
Etimologi
Secara etimologis “ pancasila “ bersal dari bahasa india, yakni bahasa Sanskerta, bahasa kasta Brahmana, sedangkan bahasa rakyat ialah Prakerta.
Menurut Muhammad Yamin di dalam bahasa Sanskerta perkataan pancasila ada dua macam arti: Panca = lima , syila = dengan huruf i biasa artinya “ batu sendi” atau dasar. Dan Syiila , dengan huruf i panjang artinya peraturan tingkah laku yang penting , dan kata syiila ini di dalam bahasa Indonesia menjadi susila “ tingkah laku yang baik”.
Dengan uraian di atas maka perkataan pancasila dengan huruf i besar berarti “ berarti batu sendi yang lima ” sedangkan “ panca syiil “ dengan huruf i dua berarti lima aturan tingkah laku yang penting.
Historis
Secara historis istilah “ pancasila ” mula – mula dipergunakan oleh masyarakat india yang memeluk agama budha, pancasila berarti lima aturan atau “ five moral principles ” yang harus ditaati dan dianut biasa (awam) Agama Budha yang dalam bahasa aslinya yaitu bahasa pali “panca - sila” yang berisi lima larangan yang bunyinya menurut kamus enclyclopaedia atau kamus Buddhiesme adalah sebagai berikut :
Panatipa veramani sikkhapadam samadiyami
Artinya Jangan menyabut nyawa setiap yang hidup aau dilarang membunuh.
Adinnadana veramani sikkhapadam samadiyami
Artinya Jangan mengambil barang yang tidak diberikan atau dilarang mencuri.
Kemshu micchacara varemani sikkhapadam samadiyami
Artinya jangan melakukam hubungan kelamin yang tidak sah dengan perempuan atau laki laki dilarang berzinah.
Musawada varemani sikkhapadam samadiyami
Artinya Jangan berkata bohong atau dilarang berdusta.
Sura-meraya- majja- pamadatthana varemani sikkhapadam samadiyami
Artinya Janganlah minum yang menghilangkan pikiran.
Perkembangan selanjutnya “pancasila” masuk dalam khazanah kesusasateraan Jawa kuno pada zaman Majapahit dibawah raja Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada. Istilah pancasila terdapat dalam buku keropak Negarakertagama yang berupa syair pujian ditulis oleh pujangga istana bernama Empu Prapanca selesai pada tahun 1365, dalam sarga 53 bait ke 2 yang berbunyi sebagai berikut :
“yatnanggegawani pancasila kertasangskarabhisekakakram”
Artinya : raja menjalankan ke lima pantangan itu begitupula upacara-upacara dan penobatan-penobatan.
Kata “pancasila” juga ada dalam buku Sutasoma karangan empu Tantular, yang artinya “berbatu sendi yang lima “ juga mempunyai arti “pelaksanaan kesusilaan yang lima”.
Demikianlah perkembangan istilah pancasila dari bahasa sansekerta menjadi bahasa Jawa Kuno yang artinya tetap sama terdapat pada zaman Majapahit. Karena kehidupannya yang rukun dan damai, sedangkan Empu Prapanca sendiri menjabat sebagai Dharmadyaksa ring Kasogatan yaitu penghulu / kepala urusan agama Budha.
Terminologi
Berdasarkan istilahnya yang digunakan di Indonesia, dimulai sejak sidang Badan penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 1 juni 1945. Istilah pancasila digunakan oleh Bung Karno untuk memberi nama pada lima dasar Negara Indonesia Merdeka yang diusulkannya, sedangkan istilah tersebut menurut Bung Karno adalah bisikan dari temannya seorang ahli bahasa.
Pada tanggal 17 agustus 1945 Indonesia merdeka dan keesokan harinya pada 18 agustus disahkan Undang-Undang Dasar 1945 yang sebelumnya masih merupakan rancangan dasar hukum serta dalam pembuatannya memuat dasar Negara Republik Indonesia yang diberi nama pancasila, sejak itulah “pancasila” secara formal masuk ke dalam bahasa Indonesia walaupun di dalam pembukaan UUD 1945 itu tidak disebutkan nama pancasila.
Proses terbentuknya Pancasila
Pancasila sebagai dasar negara RI dan sekaligus pedoman yang dimiliki oleh indonesia yang dilakukan untuk memberikan pedoman hidup yang lebih baik, dengan pedoman yang ad ini membuat perubahan yang ada ini membuat perubahan yang luar biasa untuk kekuasaan di indonesia, namun tentunya banya cerita yang terjadi sebagai sejarah terbentuknya pancasila, dirumuskan pada masa penjajahan jepang di indonesia sebagaimana diketahui sejak tanggal 8 maret 1942 sampai 14 agustus 1945 indonesia di jajah jepang. Pada awal masuknya jepang di indonesia jepang menjanjikan akan memberikan kemerdekaan indonesia sebagai realisasi dari janji jepang tersebut, pada tanggal 29 mei 1945 jepang mendirikan BPUPKI.
Pembentukan BPUPKI
Pada tanggal 17 september 1944 pemerintah jepang dibawah pimpinan perdana mentri jepang mengumumkan secara resmi bahwa kelak kemudian hari Indonesia akan diberi kemerdekaan.
Isi lengkap pengumuman janji kemerdekaan yang dikeluarkan perdana mentri kaiso sebagai berikut: the japanese impire (hereby) annonce the future indenpedence of all indonesian people. (Kekaisaran jepang (dengan ini)mengumumkan kemerdekaan pada masa yang akan datang bagi segenap bangsa jepang).setelah dikeluarkan deklarasi Mr. Subarjo di hubungi oleh nishizima dengan menyampaikan rencana laksamana muda maeda Mr subarjo segera menghubungi tokoh-tokoh yang sekaligus menjadi rekan-rekannya, antara lain Ir soekarno dan drs moh. Hatta untuk memberikan dukungan ide dari laksamana maeda.
Deklarasi 7 september 1944 menghidupkan kembali semangat bangsa indonesia untuk merdeka walau harus di bayar mahal berupapengorbanan jiwa raga, dan dari tata lahir janji kayso justru menambah kesengsaraan rakyat indonesia, karena dengan janji kemerdekaan tersebut jepang dapat memaksakan kehendaknya dengan alasan agar jepang dapat memenangkan perang sehingga memberi kemerdekaan kepada bangsa indonesia, keadaan cepat berubah, jepang mengalami kekalahan yang fatal di dalam menghadapi serangan balasan yang gemilang dari panglima tentara sekutu.
kondisi ini menguntungkan indonesia karena jepang akan menjanjikan pembentukan badan penyelidik usaha-usaha persiapan kemerdekaan indonesia pada tanggal 1 maret 1945.
BPUPKI ini sangat berjasa bagi bangsa indonesia karena badan inilah yang berhasil menyusun konsep dasar negara dan rancangan UUD dan hal-hal prinsip lainnya.
Proses perumusan pancasila sebagai dasar negara
Sejak lahirnya orde baru tidak ada lagi keraguan tentang rumusan pancasila dasar negara, karena telah menjadi tekad orde baru, kelahirannya untuk melaksanakan pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen.
Orde baru yakin bahwa hanya dengan landasan pancasila dan UUD 1945 bangsa indonesia akan dapat tumbuh dan berkembang dengan mantap dan dapat melaksanakan pembangunan nasional menuju terwujudnya msyarakat yangdi cita-citakan.
Pelaksanaan pancasila secara murni dan konsekuen secara hukum sudah jelas landasannya:
TAP MPRS no XX / MPRS / 1966
Intruksi presiden no. 12 / 1968
TAP MPRS no V / MPR / 1973
TAP MPR no II / MPR /1978
TAP MPR no IX / MPR /1978
Akan tetapi bila membicarakan kronologis perumusan dasar negara khususnya menyangkut “tanggal lahir” maka kita akan di hadapkan pada beberapa masalah:
Pembukuan UUD 1945 maupun batang tubuh dan penjelasannya tidk ada satu istilah pun yang mengkatakan bahwa dasar negara republik indonesia adalah pancasila.
Istilah pancasila mulai dipakai untuk dasar negara melalui buku kecil yang dikeluarkan oleh presiden soekarno, yang memuat pidatonya pada tanggal 1 juni 1945 di depan sidang BPUPK dengan judul LAHIRNYA PANCASILA.
Fakta sejarah bahwa yang mengusulkan nama pancasila dalam sidang BPUPK (badan penyelidik usaha-usaha persiapan kemerdekaan) pertama hanya bung karno pada tanggal 29 mei sampai 1 juni 1945.
Mengacu pada pedoman konstitusional produk orde baru tersebut diharapkan istilah pancasila tidak menjadi sumber kajian melainkan dasar negara republik indonesia, dan itulah yang menjadi pokok kajian. Maka dengan hal itu kita akan mendapat gambaran secara kronologis tentang perumusan dasar negara pancasila.
Sepanjang sejarah BPUPKI telah mengalami 2x masa sidang.
Masa sidang 1 tanggal 29 mei 1945
Konsepsi Mr. Moh. Yamin
Asas dan dasar negara kebangsaan republik indonesia di sampaikan secara lisan ,isinya:
Peri kebangsaan
Peri kemanusiaan
Peri ketuhanan
Peri kerakyatan
Kesejahteraan rakyat
Konsepsi Prof. Dr. Soepomo (31 juni 1945)
Persatuan
Kekeluargaan
Keseimbangan lahir dan batin
Musyawarah
Keadilan rakyat
Konsepsi Ir. Soekarno (1 juni 1945)
Kebangsaan Indonesia
Internasinolisme atau Perikemanusiaan
Mufakat atau Demokrasi
Kesejahteraan Sosial
Ketuhanan Yang Berkebudayaan
Pada akhir pidatonya Bung Karno mengusulkan “namanya bukan panca darma, tetapi saya namakan dengan petunjuk teman kita ahli bahasa ,namanya PANCASILA . sila-silanya:
Ketuhanan Yang Maha Esa
Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
Persatuan Indonesia
Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmah Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan
Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Panca berarti lima sedangkan sila artinya dasar atau asas . dan di atas kelima dasar itulah kita mendirikan negara indonesia kekal dan abadi . istilah pancasila baru timbul kembali pada waktu presiden soekarno dalam bulan september 1947 mengeluarkan buku keci yang memuat pidato 1 juni 1945. sejak saat itulah bung karno mulai memperkenalkan pancasila menurut perumusanya pada khalayak lebih-lebih waktu mendekati diadakanya konferensi meja bundar .
Berawal dari ide pribadi bung karno tentang penamaan pancasila untuk dasar negara. Akhirnya menjadi sangat populer dan di terimah secara konvensi bahkan nama bung karno di kaitkan dengan pancasila ,ini terbukti. Pada 1950 ki hajar dewantara mengeluarkan buku kecil berjudul pancasila yang menyebutkan bung karno adalah pencipta pancasila.
Seperti yang telah kita ketahui setelah Bung karno menyampaikan pidatonya di hadapan sidang BPUPKI pertama tanggal 1 juni 1945 pada hari itu juga, oleh sidang di bentuk panitia kecil (8 orang) dngan susunan :
Ketua : Ir. Soekarno
Anggota :
KH. Wachid Hasyim
R. Otto Iskandar Dinata
Mr. Moh. Yamin
Drs. Moh, Hatta
Mr. A.A. Maramis
KH. Bagus Hadikoesoemo
M. Soetardjo Kartohadikoesoemo
Lahirnya piagam Pancasila
Panitia delapan dibentuk 1 Juni 1945 oleh BPUPKI. Pada tanggal 22 Juni 1945, panitia 8 mengadakan rapat gabungan dengan 38 orang anggota dari dokuritzu zyunbi tjoosakai. Rapat gabungan ini kemudian membentuk panitia kecil lagi yaitu panitia 9.
Proses pengesahan pancasila
Masa Sidang BPUPKI I tanggal 10 Juli 1945
Pada sidang itu berhasil membentuk panitia, antara lain:
Panitia perancang UUD
Panitia pembelah tanah air
Panitia keuangan dan perekonomian
Masa Sidang BPUPKI yang ke II tgl 10-16 Juli 1945
Dalam sidang ini berhasil di rumuskan rancangan hukum dasar indonesia merdeka yang kemudian di sebut UUD 1945. Pada tanggal 17 agustus 1945 indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. pada tanggal 18 agustus 1945 BPUPKI mengadakan sidang dengan hasil :
Mengesahkan UUD 1945
Mengangkat Ir. Soekarno sebagai presiden dan m.hatta sebagai wakil presiden
Membentuk KNIP (komite nasional indosat pusat)
Ideologi
Definisi
Pengertian ideologi berdasarkan katanya dapat dibagi menjadi dua yakni "idea" yang berarti ide, pandangan, cita cita, dan pikiran. dan "logos" yang berarti gagasan, ilmu, dan ajaran. yang jika digabungkan definisi ideologi adalah gagasan atau pandangan tentang nilai nilai, ilmu ajaran tentang berbagai tatanan kehidupan. Berdasarkan pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa fungsi ideologi sendiri yakni sebagai tatanan kehidupan di suatu Negara.
Lain halnya dengan Mubyarto (1991:239) mengartikan bahwa ideologi ialah sejumlah doktrin, kepercayaan dan simbol-simbol sekelompok masyarakat atau satu bangsa yang menjadi pegangan dan pedoman karya (atau perjuangan) untuk mencapai tujuan masyarakat atau bangsa.
Manusia dalam kehidupan bernegara senantiasa memiliki cita-cita harapan, ide-ide serta pemikiran yang secara bersama merupakan suatu orientasi yang bersifat dasar dalam kehidupan bernegara. dalam kompleks ilmu pengetahuan yang berupa ide-ide atau gagasan-gagasan, serta cita-cita tersebut merupakan suatu nilai yang dianggap benar dan dijadikan suatu landasan bagi seluruh warga Negara untuk memahami dan menentukan sikap dasar untuk bertindak dalam hidupnya
Menurut poespowardojo (dalam Kaelan, 2010:119) ideologi mencerminkan cara berpikir masyarakat, bangsa maupun Negara, namun juga membentuk masyrakat menuju cita-citanya. Pada dasarnya ideologi dapat dijadikan sebagai sumber motivasi dan semangat dalam berbagai kehidupan Negara.
Fungsi
Struktur Kognitif
Sebagai landasan pengetahuan untuk menafsirkan dan memahami kejadian kejadian yang terdapat pada sebuah negara maupun lingkup dunia.
Orientasi Dasar
Untuk membuk wawasan dasar maupun pengetahuan yang dapat memberikan sebuah arti dan memberikan petunjuk tujuan utama fase kehidupan manusia dalam hidup berbangsa dan bernegara.
Menjadi Norma – Norma
Ideologi berfungsi sebagai norma norma yang menjadi sebuah pedoman utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sebagai Identitas
Ideologi berfungsi sebagai identitas suatu Negara, kelompok, maupun individu. Ini juga berfungsi untuk menjadi pembeda antara bangsa yang satu dan bnagsa yang lain ataupun antar negara.
Sebagai Penyemangat dan Motivasi
Ideologi juga digunakan sebagai sebuah penyemangat dan motivasi yang mampu mendorong seorang individu atau kelompok untuk melangkah maju menghadapi tantangan menuju tujuannya.
Pancasila Sebagai Ideologi Negara
Definisi
Pancasila Sebagai Ideologi Negara adalah nilai-nilai yang terkandung di dalam pancasila menjadi cita-cita normatif di dalam penyelenggaraan negara. Secara luas Pengertian Pancasila Sebagai Ideologi Negara Indonesia adalah visi atau arah dari penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia ialah terwujudnya kehidupan yang menjunjung tinggi ketuhanan, nilai kemanusiaan, kesadaran akan kesatuan, berkerakyatan serta menjunjung tinggi nilai keadilan.
Pancasila sebagai ideologi negara yang berarti sebagai cita-cita bernegara dan sarana yang mempersatukan masyarakat perlu perwujudan yang konkret dan operasional aplikatif, sehingga tidak hanya dijadikan slogan belaka. Dalam ketetapan MPR No.18 dinyatakan bahwa pancasila perlu diamalkan dalam bentuk pelaksanaan yang konsistem dalam kehidupan bernegara.
Pancasila juga disebut dengan ideologi terbuka dan tertutup .
Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah sebagai suatu sistem pemikiran terbuka.
Ciri-ciri ideologi terbuka dan ideologi tertutup adalah:
a. Ideologi Terbuka
1. Merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat
2. Berupa nilai-nilai dan cita-cita yang berasal dari dalam masyarakat sendiri.
3. Hasil musyawarah dan konsesus masyarakat.
4. Bersifat dinamis dan reformasi.
b. Ideologi Tertutup
1. Bukan merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat,
2. Bukan berupa nilai dan cita-cita
3. kepercyaan dan kesetiaan ideologis yang kaku
4. Terdiri atas tuntutan kongkrit dan operational yang diajukan secara mutlak
Nilai - nilai yang terkandung dalam ideologi pancasila sebagai ideologi terbuka:
1. Nilai dasar, yaitu hakekat kelima sila pancasila
2.nilai instrumental , yang merupakan arahan, kebijakan strategi, sasaran serta lembaga pelaksanaannya
3. Nilai praktis, yaitu merupakan realisasi nilai-nilai instrumental dalam suatu realisasi pengalaman yang bersipat nyata, dalam kehidupan sehari hari masyarakat,berbangsa dan bernegara.
Fungsi Pancasila sebagai ideologi negara
Fungsi Pancasila sebagai Ideologi Negara Indonesia adalah sebagai sarana pemersatu masyarakat, sehingga dapat dijadikan prosedur penyelesaian konflik, dapat kita telusuri dari gagasan para pendiri negara Indonesia tentang pentingnya mencari nilai-nilai bersama yang dapat mempersatukan berbagai golongan masyarakat di Indonesia.
Pada awal mulanya, konsep pancasila dapat dipahami sebagai common platform atau platform bersama bagi berbagai ideologi politik yang berkembang saat itu di Indonesia. Pancasila merupakan tawaran yang dapat menjembatani perbedaan ideologis di kalangan anggota BPUPKI. Pancasila dimaksudkan oleh Ir. Soekarno pada waktu itu yaitu sebagai asas bersama agar dengan asas itu seluruh kelompok yang terdapat di negara Indonesia dapat bersatu dan menerima asas tersebut.
Menurut Adnan Buyung Nasution, telah terjadi perubahan fungsi pancasila sebagai ideologi negara. Pancasila yang sebenarnya dimaksudkan sebagai platform demokratis bagi semua golongan Indonesia. Perkembangan doktrinal pancasila telah mengubahnya dari fungsi awal pancasila sebagai platform bersama bagi ideologi politik dan aliran pemikiran sesuai dengan rumusan pertama yang disampaikan oleh Soekarno menjadi ideologi yang komprehensif integral. Ideologi Pancasila menjadi ideologi yang khas, berbeda dengan ideologi lain.
Pancasila diliat dari segi politik merupakan sebuah konsesus politik dimana sebuah persetjuan yang disepakati bersama berbagai golongan masyarakat di Indonesia. Dengan diterimanya Pancasila diberbagai golongan, dengan ini Indonesia dapat bersatu.
Ancaman Terhadap Pancasila Di Era Globalisasi
Masuknya ideologi asing
Derasnya arus informasi baik melalui media sosial, media massa dan media cetak sebagai dampak dari globalisasi turut andil masuknya berbagai macam ideologi asing di Indonesia seperti ideology liberal, komunis dan sebagainya. Tentunya hal ini sangat bertolak belakang dengan nilai-nilai luhur ideologi Pancasila.
Terorisme dan Fundamentalisme Keagamaan Ekstrim
Aksi-aksi teror yang terjadi tingkat global memiliki imbas terhadap Indonesia. Selama ini aksi-aksi terorisme yang terjadi justru lahir dari fundamentalisme keagaaman yang lemah dan bersifat global seperti ISIS dan sebagainya. Di era global, aksi-aksi terorisme dilakukan sebagai upaya untuk merongrong keabadian dari Pacasila sebagai ideologi Negara Indonesia.
Kekuatan Kapitalisme Domestik dan Kapitalisme Internasional (Latif; 2015).
Arus Globalisasi sekaligus membawa gerbong ekonomi ternyata berimplikasi terhadap liberalisasi ekonomi yang berikeinginan untuk mengurangi peran negara dalam setiap kegiatan eknomi. Hal ini dapat menjadi pemicu terjadinya ketidakadilan dalam kehidupan sosial.
Hilangnya Kepribadian Warga Negara
Kepribadian bangsa Indonesia dikenal dengan adat ketimuran yang mengedepankan sifat gotong royong, ramah tamah dan tingginya sifat toleransi. Arus globalisasai tidak hanya membawa perubahan terhadap globalisasi ekonomi, namun globalisasi juga memiliki dampak terhadap perilaku warga negaranya. Liberalisasi menuntut kebebasan individu secara mutlak (sikap individualistis) yang akan mengikis rasa persatuan dan kesatauan bangsa. Tentu saja hal ini menjadi ancaman terhadap nilai-nilai luhur pancasila yang menginginkan tingginya rasa persatuan.
Degradasi Moral Bangsa
Kecanggihan teknologi memang memberikan begitu banyak kemudahan bagi setiap penggunanya. Hanya saja, kecanggihan teknologi memberikan ruang besar bagi degradasi moral bangsa. Hal ini dapat dilihat dari banyak aspek, seperti; penyebaran berita-berita bohong yang dapat menimbulkan banyak sifat kecurigaan terhadap sehingga ruang-ruang konflik semakin terbuka, selain itu maraknya video porn yang akan memberikan ruang terhadap perilaku seks bebas dan lain sebagainya.
Upaya Mengamalkan Pancasila Dalam Kehidupan Sehari – hari
Mewujudkan toleransi agama
Toleransi adalah sikap saling hormat menghormati antar pemeluk agama. Dengan saling menghormati antar agama, maka kedamaian akan tercipta di tengah masyarakat dan kita akan terhindar dari konflik antar agama.
Berani Menegur Sesuatu yang Salah
Adanya keadilan harus ditegakkan di dunia ini. Maka dari itu, ketika ada sesuatu yang salah di sekitar kita, kita harus berani menegur hal tersebut dan meluruskannya. Tentunya dengan adab yang disesuaikan dengan kondisi.
Mendahulukan Kepentingan Bersama
Makna dari persatuan adalah adanya keterikatan. Salah satu sebab persatuan adalah adanya kepentingan bersama. Maka dari itu, sedapat mungkin kita harus mendahulukan tercapainya kepentingan bersama di tengah masyarakat dari pada keegoisan individu masing masing, kebersamaan itu perlu karena memang manusia itu mahluk sosial bukan mahkluk individu, manusia itu hidupnya tergantung dari manusia lain tidak bisa di hidup sendiri tanpa bantuan dari orang lain.
Bermusyawarah untuk Pengambilan Keputusan
Ciri utama dari sila keempat adalah musyawarah mufakat dalam pengambilan keputusan mengenai kepentingan bersama. Kita harus senantiasa mengutamakan musyawarah untuk memutuskan sesuatu yang penting, karena keputusan bersama itu penting agar toidak ada rasa iri dan dengki karena ke egoisan individu masing masing, maka dari itu keputusan bersama atau musyawarah perlu diadakan.
Mengembangkan Sikap Demokratis
Terdapat unsur demokratis di dalam sila keempat. Hal ini menyebabkan kita harus dapat mengembangkan sikap demokratis pada diri kita dan orang-orang di sekeliling kita, terutama sikap positif terhadap pelaksanaan demokrasi.
Berperilaku Adil dalam Setiap Keadaan
Bersikap adil berarti kita dapat menempatkan sesuatu sesuai dengan porsi dan haknya. Keadilan seringkali sulit diperoleh di tengah masyarakat. Maka dari itu, kita harus dapat bersikap adil dalam setiap situasi.
Berani Memperjuangkan Keadilan
Banyak ketidakadilan yang terjadi di negara ini. Apapun posisi sosial kita, kita harus tetap selalu memperjuangkan keadilan. Kita juga dapat mengajak orang lain untuk memperjuangkan keadilan itu agar posisi kita lebih kuat.
KESIMPULAN
Berdasarkan urain tersebut pancasila sebagai dasar negara dan sebagai ideologi negara mempunyai sifat imperatif atau memaksa serta memiliki nilai nilai luhur yang terkandung dalam pancasila yang bersifat obyektif subyektif. Bagi bangsa indonesia pancasila merupakan pedoman bagi seluruh masyarakat bangsa Indonesia dalam berkehidupan sehari – hari, khususnya dalam berbangsa dan bernegara. Pancasila juga merupakan sumber dari segala hukum yang berlaku di Indonesia. Pada masa kini, banyak sekali ancaman yang dapat menggeser kedudukan Pancasila. Oleh sebab itu, generasi muda haruslah menaga kedudukan pancasila sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara, sebab Pancasila dalam masa pembentukannya, sudah disesuaikan dengan keadaan bangsa ini, namun lambat tahun keadaan mulai berubah dan membuat mau tidak mau secara perlahan – lahan menggeser kedudukan Pancasila sebagai dasar negara. Menurut pendapat Harol H. Titus definisi dari ideologi adalah suatu istilah yang digunakan untuk sekelompok cita cita mengenai berbagai macam masalah politik ekonomi filsafat sosial yang sering dilaksanakan bagi suatu rencana yang sistematis tentang suatu cita cita yang dijalankan oleh sekelompok atau lapisan masyarakat pancasila sebagai ideologi terbuka adalah sebagai suatu sistem pemikiran terbuka yaitu dimana memiliki ciri ciri ideologi dan fungsi ideologi sesuai bidangnya.
DAFTAR PUSTAKA
https://simplyme1901.weebly.com/blog
https://materi4belajar.blogspot.com/2017/02/definisi-pancasila-sebagai-ideologi.html?m=1
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pancasila
http://www.langkahpembelajaran.com/2014/11/makalah-pancasila-sebagai-ideologi.html?m=1
https://www.google.co.id/amp/s/guruppkn.com/contoh-pancasila-sebagai-ideologi-negara/amp
http://wong-ndeso-asli.blogspot.com/2013/10/makalah-pancasila-sebagai-ideologi.html?m=1
Biodata Penulis
Moh. Wafiudin Pertama merupakan mahasiswa Jurusan ilmu kesehatan IIK Bhakti Wiyata, kediri tahun 2014.
Safari Hasan S. IP, MMRS memperoleh gelar sarjana ilmu politik (S ,IP) dari Jurusan ilmu Administrasi Negara FISIP Universitas Airlangga Surabaya, lulus tahun 2007 memperoleh gelar Magister Manajemen Rumah sakit (MMRS) dari program pasca sarjana Magister Manajemen Rumah sakit Fakultas kedokteran Universitas Brawijaya Malang. Lulu tahun tahun 2011.Saat ini menjadi Dosen di IIK Bhakti Wiyata Kediri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar